Assalamualaikum Wr.Wb.

About Me....

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Penulis yang masih muda, meniru. Penulis yang sudah berpengalaman, mencuri ide. ~T.S.Elliot-writer~
Tampilkan postingan dengan label analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analisis. Tampilkan semua postingan

Analisis Ilmiah Tentang Tidur Ditimpa Setan

Pada saat mengalami ini biasanya kita akan sulit sekali bergerak dan kemudian ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali,biasanya disertai juga dengan munculnya bayangan kegelapan. Hal inilah yang diasumsikan "ketindihan" makhluk halus orang sebagian besar orang.

Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh).

Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit.

Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis. Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien.

Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM). Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan.

Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.



Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
Di budaya Afro-Amerika
gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.

Di budaya China,
disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.

Di budaya Meksiko
disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.

Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand
disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.

Di budaya Islandia
disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.

Di budaya Turki
disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.

Di budaya Jepang
disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.

Di budaya Vietnam
disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.

Di budaya Hungaria
disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.

Di budaya Malta
gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.

Di budaya New Guinea
fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

Globalisasi Indonesia

Keuntungan dunia baru yang berdalih untuk visi dan misi yang mulia dan menjanjikan dunia kepada semua orang,namun kenyataanya tidak berlaku bagi orang yang tidak mampu,that’s globalization system. Bergerak untuk memajukan bangsa dan kemakmuran,sistem ini merupakan cara lama yang diterapkan zaman kerajaan dahulu?mungkin saja benar. Globalisasi ini sekarang dilakukan oleh perusahaan multinasional dan dibantu dengan system keuangan ekonomi dan pemerintah sebagai penopang dari semua itu.
Inilah yang terjadi di Indonesia,Negara yang makmur dengan kekayaan sumber daya alamnya,bisa menjadi Negara pengemis akibat dari system globalisasi yang diterapkan negara-negara barat guna memakmurkan dengan memanfaatkan elemen tertentu dalam system globalisasi ini. Era globalisasi menyebabkan orang miskin semakin miskin,sementara orang kaya akan semakin luar biasa kaya. System globalisasi yang terjadi di Indonesia ini mengakibatkan kesenjangan sosial yang melonjak tajam,hal ini disebabkan adanya “kebebasan dunia baru”,apapun bisa dibeli asalkan mempunyai uang,berlaku bagi semua orang didunia “money is everything”. Namun,didunia luar sana,puluhan juta orang miskin sengsara akibat system ini,inilah sisi “keberhasilan ekonomi” yang tidak diceritakan.
Salah satu kasus,Indonesia memiliki pabrik-pabrik merek terkenal seperti (GAP,NIKE,ADIDAS,dll),akan tetapi pengolah (buruh) mendapatkan upah yang minimum,tragisnya buruh tersebut kebanyakan perempuan muda dikarenakan perusahaan bisa membayar upah seminimum mungkin. Mereka bekerja penuh seharian hampir 24 jam,hukuman diberikan kepada sang buruh bila tidak bisa mentaati peraturan perusahaan,itulah yang membuat buruh merasa takut. Namun disisi lain,HAM si buruh ini direnggut demi sesuap nasi.
Memang sebuah ironi menjadi buruh di Indonesia. Contoh,mereka yang berkerja di perusahaan merek terkenal,sebut saja GAP (Pabrikan Indonesia). Ketika ada peninjauan dari pihak GAP pusat (internasional),si pemilik perusahaan mengintruksikan kepada semua karyawannya untuk tidak salah berbicara,untuk hal ini berbohong dan menutupi rahasia pabrik apalagi kejelekan pabrik. Hal seperti itu yang membuat buruh terjebak dalam keterpurukan.
Hampir semua kode etik tidak dijalankan,karena pemerintahnya saja selalu mengeluh untuk menarik investor asing yang ingin memberikan upah minimum kepada si buruh. Lagi pula rakyat Indonesia sudah sedemikian miskin,untuk mengurangi tingkat pengangguran,mereka tidak malu bekerja dengan diberi upah berapa saja.
Berbicara dengan konteks yang berbeda,pada zaman rezim Soeharto terjadi pembunuhan massal bagi orang yang menentang pemerintah. Kelemahan rakyat Indonesia dimanfaatkan Soeharto untuk menyusun model ekonomi ala Amerika guna mempermudah barat menguasai sumber mineral dan pasar buruh yang murah. Berbeda jauh dengan Soekarno yang mengandalkan kemandirian ekonomi rakyat. Soekarno menentang korporasi barat ke Indonesia dan mengusir agen-agen barat seperti IMF dan World Bank.
Dengan berkuasanya rezim Soeharto,dia akan bisa melakukan apa saja dengan dalih memakmurkan rakyat. Tindakan Soeharto ini didukung oleh Negara barat seperti Inggris dan AS yang melakukan banyak propaganda tentang IMF kepada rakyat Indonesia. Pada rezim ini perekonomian sepenuhnya diatur oleh pemerintah,akan tetapi dengan kebebasan pemerintah tersebut,Soeharto menjadi pemimpin yang korup dan menyebabkan Indonesia dibawah lingkaran setan kemiskinan, system yang sangat sederhana “Sosialisme bagi siKaya,Kapitalisme bagi siMiskin”. Bank dunia pun membenarkan 1/3 pinjaman untuk diktaktor Soeharto masuk ke kantong kroni dan pejabat korupnya.totalnya Rp. 80 Triliun. Seiring dengan krisis ekonomi,Soeharto dipaksa mundur setelah puluhan tahun berhasi mencuri uang sebesar Rp. 150 Triliun.
Sekarang,dampak dari globalisasi tersebut bisa membuat rakyat Indonesia semakin kesusahan,ditambah dengan krisis dunia yang dialami Indonesia. Globalisasi menimbulkan hutang dan hutang yang melahirkan kesengsaraan,pengangguran,krisis yang berakibat rakyat harus membayar mahal untuk kesehatan dan pendidikan. Semuanya tidak begitu saja,semua ini diciptakan. Artinya,hutang yang dicuri ketika rezim Soeharto harus dibayar kembali oleh rakyat Indonesia,termasuk anak yang baru lahir. Sayangnya,dampak korupsi ini masih menjadi sebuah tradisi di Indonesia sehingga kondisi Indonesia masih buruk. Pepatah mengatakan “Tak Korupsi=Tak Hidup”.
Menurut saya,solusi yang tepat dari permasalahan perkonomian di Indonesia,yaitu:
1.    Pemerintah harus memberikan akses pelayanan pemerintahan,seperti pendidikan,kesehatan dengan pengawasan langsung dari pemerintah.
2.    Hilangkanlah budaya korupsi yang melekat dari bawah sampai atas,make a change.
3.    Khusus untuk masalah buruh,lakukanlah buruh sesuai dengan ketentuan yang ada secara adil,perkuat organisasi buruh dengan tidak adanya campur tangan aparat pemerintah yang dapat menghambat proses penegak HAM tentang buruh.
4.    Melakukan/melaksanakan sebuah model ekonomi yang berbasis dengan kemandirian bangsa (cocok buat negara) digabunggan dengan tatanan syariah yang ada guna bisa menjadi acuan untuk melakukan kegiatan perekonomian.
5.    Jujur,lakukan dan bertanggung-jawab.
Mungkin cara diatas,InsyaAllah bisa menjadi sebuah acuan untuk melakukan model ekonomi yang baik dengan penggabungan dengan unsur syariah. Kesimpulannya,kemajuan sebuah negara,khusus perekonomian tergantung dari partisipasi rakyat yang kritis dengan system pemerintah yang baik pula,”Jadilah manusia yang berpolitik”.

nih saya kasi videonya di mbah youtube:

 




source video: mbah youtubedotcom

Pembatalan Kunjungan "RI 1" Ke Belanda


Awal mulanya,Presiden SBY mendapatkan undangan dari Ratu Beatrix Belanda,tentunya PM Belanda juga. Terjadi 5 Oktober,pembatalan kunjungan Presiden SBY ke Belanda dikarenakan adanya ancaman untuk mengadili/menangkap orang no.1 RI itu dari mahkamah konstitusi di Den Haag tentang perlindungan HAM di Indonesia dengan penuntut RMS.uniknya pemerintah Belanda tidak menjamin keamanan SBY,karena pemerintah Belanda tidak bisa intervensi akibat dari masalah ini.tuntutan itu pun di sampaikan langsung oleh presiden RMS,mungkinkan terjadi lagi politik devide et impera yg dilakukan Belanda kepada bangsa Indonesia?semoga saja tidak.
Belanda pun tidak mengakui RMS,tetapi kenyataanya,Belanda seperti melindungi kegiatan RMS disana,sungguh ironis mahkamah internasional di dunia ini!wajarlah sebuah pemerintah membasmi para separatis,karena bisa mengganggu keamanan negara.contoh.timor-leste dulu "keukeuh" ingin memerdekakan negaranya,setelah dikasi kemerdekaan penuh oleh Indonesia,apakah timor-leste lebih baik?jawabannya tidak!harusnya para pendukung RMS harus tau apa yang terjadi di timor-leste dan pemimpinya pun jangan memprovokasi.pemberontakan hanya untuk keuntungan serta kepentingan pribadi dan kelompok tertentu,setelah merdeka apa yang dirasakan rakyat?hanya menderita!
sepertinya tindakan Bangsa Indonesia,setelah dituduh sebagai negara sarang teroris,setelah dibasmi,apa komentar dunia internasional?Densus88 melanggar HAM,memang dunia ini sudah penuh dengan konspirasi dunia yang tamak.setelah dipikir-pikir,kenapa yah harus presiden SBY?PM Israel ko g diadili yah?padahal itu jelas-jelas melanggar,apakah dunia takut?jawabanya IYA!semua aspek didunia ini hanya takluk dari keputusan "minorotas" Israel.
satu lagi kekurangan di Indonesia,Media!media sekarang kurang selektif menginformasikan sebuah berita (terlalu bebas),ko kasus pembatalan ini di kaitkan dengan tragedi Tarakan dan Jakarta?mungkin orang awam yang kurang paham,bisa jadi salah persepsi,ini yg membuat isu-isu politik yang gak karuan.apakah perlu pembatasan media seperti zaman ORBA?jangan sampai!dari itu media harus bisa memberi informasi yang faktual,jangan isu-isu belaka yang membuat masyarakat tambah bingung.
Dari sekian analisis yg diamati,satu-satunya yang bisa merubah Bangsa Indonesia adalah RAKYATNYA.Be Politics,agar rakyat tidak bisa dipolitikkan!
HIDUP INDONESIA!!!!!
MERDEKA!!!!!

source picture: detiknews

Mengetahui Bakat Dan Potensi Diri

PENGETAHUAN untuk mengenali bakat diri atau anak kita sangatlah penting karena akan mempengaruhi keberhasilan masa depannya, bagai mana mengelola, mengetahui dan mengembangkan potensi bakat yang ada, yang kita tahu setiap individu dilahirkan adalah UNIK? Berikut kompilasi tulisan yang di sadur kan habis dari Kompas untuk pengetahuan kita semua.
Dari Mana Bakat Anda? (Bagian I)
shutterstock
Meskipun terdapat aspek bakat yang dibawa sejak lahir, kita juga punya kekuatan lain untuk membentuk bakat apapun yang kita inginkan. Hanya saja, hal itu harus dilakukan sejak balita hingga usia belasan tahun
Selasa, 12 Mei 2009 | 11:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Apakah bakat Anda muncul sejak lahir atau sengaja Anda ciptakan lewat latihan-latihan tertentu? Membincangkan asal-muasal bakat memang menarik dan seolah tak berujung.
Saat lahir, kita memiliki 100 miliar neuron. Tiga bulan atau 60 hari menjelang kelahiran, neuron yang kita miliki itu sudah berkomunikasi satu sama lain. Mereka bahkan membentuk jalinan yang dinamakan dengan axon. Lalu, saat jalinan terbentuk, sebuah sinapsis pun otomatis terbentuk.
Di usia tiga tahun, setiap 100 miliar neuron kita itu telah menciptakan jaringan sinapsis dengan neuron lainnya. Koneksi antarneuron inilah yang menjadi awal mula munculnya bakat. Tandanya, anak terlihat aktif luar biasa.
Ya, tanda tersebut kerap mudah kita cermati pada dua periode usia kita, yaitu ketika kita menginjak usia balita dan saat kita berusia belasan atau duduk di kelas 1 atau 2 SMA. Di masing-masing periode itu, kita (anak) dikenal begitu aktif, bahkan saking aktifnya, tak sadar kita seringkali disebut “nakal” tak keruan.
Tentu saja. Karena memang, banyak hal ingin kita ketahui, mencoba, dan lakukan. Kita pasti marah atau memberontak ketika kemauan kita tersebut dihalangi.
Nah, benarkah itu bakat? Rasanya, terlalu cepat kita mengambil kesimpulan bahwa itu merupakan bakat. Mungkin, lebih tepat, hal itu akan menjadi bakat kita atau tidak, karena akan sangat tergantung pada minat kita kelak.
Hal itu membuktikan bahwa setiap jalinan sinapsis akan terus mendorong diri kita untuk tidak henti melakukan apa pun yang kita mau terkait minat kita. Yang terjadi, kita akan kebingungan memilih ini atau itu, mencoba melakukan ini atau itu, dan kita tidak terfokus untuk mematangkan sebuah nilai kompetensi tertentu.
Untuk itulah, di usia 16 tahun, hukum alam memutus separuh dari jejaring sinapsis tersebut. Dan tidak ada manusia bisa membentuknya kembali utuh seperti semula.
Namun, sejak terputusnya jaringan sinapsis itu, bakat kita malah justru benar-benar mulai terasah. Karena hal itu memberi kita ruang lebih luas untuk fokus dan benar-benar mengeksploitasi beberapa sinapsis tertentu.
Latihan tak selalu sempurna
“Ya, latihan menjadikannya (bakat) sempurna. Saat hal itu datang sebagai bagian dari hidup Anda, Anda harus mencintainya. Jika tidak, Anda tidak akan dapat bekerja dengan baik dan meraih yang terbaik”.
Demikian hal itu dikatakan oleh Dr Anders Ericsson dalam buku Cambridge Handbook of Expertise and Expert Performance. Di situ Anders memandang orang-orang berpengalaman, baik itu seorang pebalet, pemain basket, atau pembuat program komputer, hampir selalu “dibuat” atau “dilatih”, dan bukan dilahirkan.
Pendapat Anders tersebut diamini oleh hasil penelitian Marcus Buckingham dan Donald O Clifton’s. Penelitian berdasarkan riset selama 25 tahun dan berbiaya sangat besar itu dilakukan terhadap dua juta pemilik karier dari 101 perusahaan di 63 negara. Hasilnya, meskipun terdapat aspek bakat yang dibawa sejak lahir, ternyata kita punya kekuatan lain untuk membentuk bakat apa pun yang kita inginkan.
Hanya saja, hasil penelitian itu masih memberikan catatan penting. Bahwa semua hal itu harus dilakukan sejak balita hingga usia belasan tahun. Ya, karena seperti kita ketahui, sampai di situlah batas otak kita dalam membuat jalinan sinapsis antarneuron.
Kiranya, lebih dari 20 tahun sudah, Anda harus menemukan dan menggali bakat Anda. Kini, mustahil Anda bisa menyuruh neuron di otak Anda untuk membentuk sinapsis baru. Hanya satu yang bisa Anda lakukan adalah Anda membentuk jalinan sinapsis di sekeliling sinapsis utama yang sudah terbentuk sebelumnya sejak Anda lahir.
Tidak, hal itu tidak akan membuat diri Anda merasa terbatas! Anda hanya diminta untuk melatih segala hal yang Anda sukai. Jika Anda suka, itu pertanda bakat Anda dan menjadi investasi bagi diri Anda sendiri di masa depan.
Dan jangan khawatir, Anda bisa membaca tanda-tanda (sign) bahwa bakat Anda telah hadir dalam diri Anda, yaitu:
- Nyamankah Anda saat menjalaninya? Hingga dalam sanubari Anda pun terngiang, “Rasanya ini cocok sekali buat saya.”
- Anda yakin, di hati selalu muncul rasa rindu bisa melakukannya? Bahkan sebelum menjalaninya, senantiasa timbul rasa rindu yang tinggi hingga lekas-lekas ingin melakukannya.
- Seberapa besar rasa penasaran Anda? Seberapa kuat keinginan Anda untuk belajar mendalami hal ini? Seberapa fokus dan mudah berkonsentrasinya Anda terhadap hal ini?
- Puaskah Anda usai menjalaninya? Bukan puas pada hasil, tetapi batin, apakah Anda memang terpuaskan?
Kiranya, perlu Anda cermati dan buktikan bahwa beberapa hal di atas memang tanda-tanda hadirnya bakat Anda. Tetapi sebaliknya, tidak perlu kecewa apalagi sedih jika tidak melihat tanda-tanda itu hadir di diri Anda.
Ya, sekuat apa pun Anda melatih dan menciptakan agar tanda-tanda itu hadir pada diri Anda, dalam perjalanan waktu hal itu malah akan membuat Anda tidak merasa nikmat melakoninya. Nyatalah bahwa latihan tidak berlaku dan mampu tampak sempurna pada segala bidang.
Lalu, apa yang kini harus Anda lakukan?
Tidak ada, kecuali Anda hanya harus menjadi diri Anda sendiri. Ingat, Anda tidak bisa menjadi apa yang Anda inginkan, tetapi Anda bisa menjadi diri yang melebihi siapa diri Anda saat ini! (Berbagai sumber)
Dari Mana Bakat Anda? (Bagian II – Habis)
Selasa, 12 Mei 2009 | 19:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ditanya akan memilih jurusan apa saat kuliah nanti, Santi mengaku bingung menentukan pilihan, apalagi ketika pilihan tersebut dikaitkan dengan bakat dan minatnya. “Jangankan memilih sesuai minat dan bakat, saya sendiri pun belum tahu minat dan bakat saya,” katanya.
Santi (18), sebutlah namanya begitu, mengaku dirinya memang bukan siswa pandai di kelas. Namun, ia juga bukan nomor buncit dalam urusan nilai pelajaran. Hanya, dia merasa tidak “ngeh” soal minat atau bakatnya pada hal-hal tertentu.
Memang, kerap orang mengatakan minat dan bakat adalah teropong bagi jalan kehidupan di masa depan. Membayangkannya pun terasa menyenangkan karena dengan keduanya kita bisa menjadi siapa pun yang diinginkan asalkan mau kerja keras dan pantang menyerah.
Kenyataannya, pemahaman itu justru sebaliknya. Hal itu sering kali menimbulkan masalah ketika kita beranjak dewasa dan tiba saatnya memilih bidang pendidikan dan karier. Pemahaman itu sedikit banyak menciptakan ilusi akan beragam pilihan bidang pendidikan dan karier yang menjanjikan masa depan. Dan lagi, apakah semua itu pilihan yang benar-benar kita inginkan?
Selain itu, pemahaman tersebut juga membentuk imajinasi tersendiri bahwa kita bisa menjadi sosok terbaik di bidang apa pun yang kita minati. Duh, apa betul begitu? Apakah bisa, prestasi seorang Chris John yang dielu-elukan berkat tinjunya di atas ring itu akan bersinar oleh puja-puji pula di lapangan basket?
Nyatanya tidak. Adalah sebuah fakta bahwa kita memang tidak bisa menjadi siapa pun yang kita mau. Kita lupa, selain minat, ada faktor lain yang sangat menentukan langkah kita ke depan. Ya, bakat dan latihan khusus untuk mempertajamnya.
Temukan, Bukan Ciptakan
Kenyataan, tidak semua orang bisa menjadi seorang Chris John, Bill Gates, atau David Beckham. Mereka bertiga punya bakat alami dan telah menjadikan bakat itu sebagai investasi yang dilatihnya sejak lama. Dan kita tidak bisa membuat dan mengubahnya “semau gue”.
Sekarang, lihat ke sekeliling Anda! Mungkin, ada orang yang suka duduk berlama-lama di depan laptop? Bahkan saking lamanya Anda lupa, kapan orang itu makan dan minum?
Atau, Anda pun mungkin bingung, kenapa rekan dekat Anda lebih memilih les guru bahasa Inggris ketimbang Anda yang lebih senang naik gunung atau bermain band di saat libur? Banyak, dan banyak lagi contoh yang kita pun tidak tahu keuntungan mereka melakukan semua itu.
Anda pun sebetulnya bisa begitu. Meniru untuk kreatif berekspresi seperti mereka, berhasil lalu merasa puas. Namun kelak yang terjadi, Anda tidak akan pernah merasa nyaman melakukan hal-hal di luar kerangka bakat Anda tersebut.
Ya, Anda tidak akan bisa menjadi mahasiswa arkeologi dan menjadi arkeolog mumpuni karena Anda sebenarnya sama sekali tidak hobi “keluyuran”. Usaha Anda hancur terus dan kapok untuk terjun ke bidang bisnis sehingga Anda memilih kembali menjadi karyawan. Tidak salah, Anda memang tidak punya hobi itu. Anda tidak bakat!
Mutlak, Anda harus paham apa yang disebut dengan bawaan atau nature (hormonal atau DNA) dan latihan atau nurture. Sejatinya, yang harus Anda lakukan ialah membentuk diri Anda tak ubahnya dengan bawaan Anda sejak lahir. Anda jangan hanya menginginkan suatu bidang pendidikan yang bisa membuahkan karir tertentu dengan gaji selangit.
Jika itu Anda lakukan, berarti Anda sudah “bunuh diri”. Pasalnya, kerangka neurologis Anda yang telah membentuk bakat tersebut akan menolak. Alhasil, Anda tidak dapat menikmatinya. Kecuali, Anda memang berniat keras untuk menambal “kekurangan” tersebut dengan nurture, dengan latihan-latihan khusus.
Semakin cepat Anda sadar untuk melihat diri Anda dan menemukan potensi di dalamnya, semakin beruntung pula Anda. Pilihan minat dan bakat Anda dengan sendirinya akan lebih mudah Anda tentukan.
Anda mulai bisa memilih peran Anda, bentuk pendidikan yang cocok untuk menambal peran tersebut, serta produktifitas yang akan Anda hasilkan kelak di dunia kerja. Cara memulainya, simak beberapa hal di bawah ini:
Maksimalkan kekuatan Anda, tuntaskan pula kelemahan Anda!
Jika Anda termasuk orang yang sulit berdiplomasi, dapatkah Anda terjun bebas ke dalam bidang ini karena Anda menyukainya? Kalau Anda tergolong paling lambat mengambil keputusan, dapatkah Anda melatihnya sekeras hati? Jika Anda bukan seorang konseptor, siapkah Anda menjadi seorang “ahli lapangan” agar kekurangan Anda tersebut lenyap ditelan bumi!
Tidak cukup latihan keras, Anda butuh bakat alami!
Memang, antara pengetahuan, keterampilan, serta materi bisa Anda dapatkan melalui belajar dan latihan. Namun, hal sesungguhnya yang penting adalah bakat sebagai bawaan Anda sejak lahir. Anda akan mampu melakukan segala hal berkat keterampilan, sementara kuantitas dan kualitas Anda melakukannya adalah berkat dorongan bakat alami Anda.
Siapkan sistem pendukung hindari aktivitas tak terarah!
Sistem pendukung itu bisa saja hanya berupa pesan singkat di ponsel atau sekadar kertas-kertas yang Anda tempel di meja belajar, bahkan pintu kamar!
Sadar dan amati reaksi spontan Anda saat menyikapi hal atau kejadian
Nah, bagaimana Anda akan mengambil peran atas kejadian itu? Anda cenderung memegang kendali, membuat analisa hal itu secara seksama, atau hanya berusaha mencari sisi-sisi lain ternyata tidak penting dari kejadian tersebut?
Amati besarnya niat dan keinginan Anda melakukan aktivitas tertentu
Dari situ, yakinkan bahwa sebuah aktivitas telah membuat Anda rindu untuk berulang melakukannya. Rasa rindu itu akan senantiasa timbul hingga Anda lekas-lekas melakoninya.
Secepat apa Anda belajar dan menguasai sebuah bidang tertentu?
Secepat kilat atau selambat becak? Sadari hal itu dan bandingkan upaya Anda dengan hasil yang didapatkan oleh rekan-rekan Anda.
Sepuas apa perasaan Anda seusai melakukannya?
Entah, karena yang pasti, saat melakukannya Anda nyaman, senang, dan membuat Anda sejenak tenggelam di dalam keasyikan melakukannya.
Monitor perilaku dan perasaan Anda ketika menjalaninya
Dari sini Anda akan mengevaluasi apa yang sudah Anda lakukan. Amati dan berikan analisis pada diri Anda. Benarkah ini pilihan Anda?
Anda tidak bisa menikmati? Anda lambat dan merasa tidak berkembang?
Tinggalkan sekarang juga! Cari peran lain, jangan habiskan uang dan waktu Anda hanya untuk mengatasi kelemahan Anda, melainkan juga pertajam bakat dan kekuatan alami dalam diri Anda.
Ingat, banyak orang muda yang sukses. Yakinlah bahwa mereka memang pribadi-pribadi yang menemukan bakatnya sejak dini dan mau belatih sebagai investasi di masa depannya.
LTF
Hati-hati Tentukan Potensi Bakat Anak!

KOMPAS.com – Kalangan orangtua diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam membantu menentukan pilihan program studi di perguruan tinggi pada anak-anak yang lulus SLTA, agar tidak sampai salah hingga kemudian terjadi penyesalan.
Hal itu mengingat pilihan terbaik program studi adalah yang sesuai dengan potensi bakat anak, namun banyak terjadi salah pada minat anak-anak atau bahkan keinginan orangtua, yang sifatnya sesaat dan berubah-ubah, demikian terungkap dari seminar psikologi dan pendidikan di Denpasar, Minggu.
Pada acara bertema Mencetak Anak Juara Dari Rumah yang pesertanya melimpah sampai sekitar 1.000 orang sehingga harus dibagi dalam dua sesi itu, menampilkan pembicara, Instruktur Smart Primagama, Drs H Supriyadi dan psikolog dari Yogyakarta, Nurmey Nuruly, SPsi.
Supriyadi mengingatkan, pentingnya pihak sekolah maupun orangtua/walimurid
membantu menemukan potensi bakat pada anak-anak melalui berbagai metode, misalnya dengan mengajukan berbagai pertanyaan guna mengetahui mereka siap dan mudah atau kesulitan dalam menjawabnya.
“Jika beberapa pertanyaan dari salah satu bidang studi dapat dengan mudah dijawab, maka bidang studi itulah salah satu indikasi potensi bakatnya. Tetapi akan lebih akurat apabila melalui cara ilmiah seperti tes psikologi, metode sidik jari dan lainnya,” katanya.
Sementara Rully menekankan pentingnya membangun suasana senang pada anak-anak, agar mampu dengan mudah mempelajari hal-hal yang sesuai dengan potensi maupun minatnya.
“Kenapa anak-anak suka sulit disuruh belajar, karena mereka berada dalam suasana yang tidak mendukung. Coba mereka senang, tidak disuruh pun akan rajin belajar,” ucapnya seraya mengingatkan bahwa anak-anak bukan “orangtua kecil”.
Penciptaan suasana senang, gembira, baik di rumah maupun di sekolah, akan mampu menggali potensi bakat yang bersangkutan, sehingga dapat memudahkan proses penjurusan di SLTA maupun pemilihan program studi ke jenjang perguruan tinggi.
Ia mengingatkan, bahwa selama ini banyak terjadi anak-anak menempuh studi yang sebenarnya tidak sesuai dengan potensi bakatnya, hanya karena menuruti keinginan orangtua atau minat sesaat yang didasarkan ajakan teman atau bahkan sekedar gengsi.
“Janganlah kita memaksakan anak-anak menempuh studi pada bidang yang tidak sesuai potensi, apalagi tidak diminati. Hal itu sama saja kita ’memenjarakan’ mereka selama masa studi. Tetapi kalau belajar sesuai potensi bakat, maka mereka akan enjoy dan hasilnya bisa memuaskan,” tambahnya.
ABD
Sumber : Antara
Keluarkan Potensi Anda
Selasa, 20 Januari 2009 | 09:44 WIB
Sudah mengetahui bakat yang dimiliki? Mulailah Anda mengembangkannya. Namun jika belum tahu apa bakat yang dimiliki, belum terlambat untuk mengetahuinya. Anda hanya butuh empat kunci berikut untuk mengeluarkan potesi Anda yang sesungguhnya.
1. Keahlian
Pernahkah Anda mempelajari sesuatu yang benar-benar baru dan ternyata Anda dapat menguasainya dengan mudah? Atau mengerjakan sesuatu lebih cepat dari rekan lain? Bisa jadi, itulah bakat yang sedang memanggil, menunggu Anda melepaskan dan mengembangkannya.
Jika Anda dengan mudah bisa menyelesaikan sebuah perhitungan saat orang lain menyumpahi kalkulator, itu artinya bakat Anda sebagai seorang akuntan atau banker sedang berusaha muncul dan menyapa Anda. Nah, pikirkanlah hal-hal yang begitu mudah bagi Anda tetapi tidak bagi teman-teman. Kemudian, perhatikan bakat apa yang tengah bekerja pada diri Anda.
2. Ketertarikan
Cara lain menemukan bakat adalah dengan memikirkan hal-hal yang begitu Anda inginkan. Seringkali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan alami atau bakat. lni merupakan suatu pola konsisten dalam hidup dan bukan sekadar cara menghabiskan waktu alias hobi semata.
Nah, coba pikirkan apa yang paling Anda ingin lakukan seharian? Menonton film? Melatih hewan? Menata barang? Memainkan alat musik? Atau membaca buku? Sesuatu itu tidak harus yang menjadi ambisi Anda, meski ambisi merupakan petunjuk kuat adanya bakat yang tengah bekerja.
Jika Anda seorang pembaca yang tekun atau rajin menulis di blog, bisa jadi bakat tersembunyi Anda adalah menulis. Atau bisa saja ketertarikan pada buku membawa Anda pada karier kepustakaan, penerbitan, dan lain-lain.
3. Kepuasan
Apa yang membuat Anda merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam bekerja? Pekerjaan apa yang membuat Anda begitu hanyut dan merasa tak ingin berhenti saat mengerjakannya? Bagi para atlet, perasaan hanyut sering terjadi ketika mereka berolahraga. Sementara bagi para ahli komputer, perasaan hanyut terjadi ketika mereka menghadapi piranti lunak.
Dalam keadaan hanyut, kita memang menjadi sangat terfokus pada kesempatan untuk menggunakan bakat. Alhasil, pola gelombang otak kita saat itu begitu mirip dengan pola gelombang otak ketika kita tertidur lelap. Nah, sekarang apa yang membuat Anda terhanyut? Jika Anda belum juga menemukan, pikirkan suatu kegiatan yang membuat Anda terlibat sepenuhnya. Mungkin bakat Anda ada di sana.
4. Kebiasaan
Pernahkah Anda dipuji karena kemampuan atau sikap Anda? Misalnya, orang menilai Anda sebagai karyawan yang sangat teratur atau ide pemasaran Anda hebat, atau Anda pendengar yang baik, dan lain sebagainya. Lewat komentar orang-orang di sekitar, Anda juga bisa mengetahui kemampuan alami Anda.
Ketrampilan alami memang bisa muncul dalam berbagai cara. Namun, kadang kita menganggapnya biasa saja karena ketrampilan itu sudah sangat melekat sehingga hampir tak disadari kehadirannya.
Lalu, bagaimana mengenali bakat itu? Coba cermati apa yang membuat orang tertarik pada Anda, mengenali Anda atau terfokus pada Anda? Apakah Anda menjadi tempat curahan hati teman-teman? Atau mereka selalu meminta pendapat Anda soal pakaian? Nah, di sanalah bakat Anda tersimpan. Anda hanya perlu mencari kesempatan untuk mengembangkannya. (Chic/Erma Dwi Kusumastuti)
Ciri-Ciri Anak Berbakat
Selasa, 7 Oktober 2008 | 11:53 WIB
Dalam bukunya, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, Prof. Utami Munandar menuliskan indikator keberbakatan sebagai berikut:
* Ciri-ciri Intelektual/Belajar:
Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang berbagai topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi.
Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.
* Ciri-ciri Kreativitas:
Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya.
Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).
* Ciri-ciri Motivasi:
Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya).
Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.
Indah Mulatsih 

source: cekibrot..

Protokol Zionis


]Berikut ini dipaparkan Protokol Zionis versi Mayer Amshell Rothschild yang disusun tahun 1773 di Judenstrasse, Frankfurt, Jerman. Protokol ini terdiri dari 25 Butir, yang kemudian dibeberkan dalam Konferensi Zionis I tahun 1897 di Swiss.
  1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.
  2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
  3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
  4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
  5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.
  6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.
  7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
  8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
  9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.
  10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.
  11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.
  12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.
  13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.
  14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.
  15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
  16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.
  17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.
  18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.
  19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.
  20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.
  21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.
  22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.
  23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
  24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.
  25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya
  26. source: cekibrot..

Kata-Kata Mutiara (Orang Terkenal)

Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI :
~ Dalam sebuah revolusi, bapak makan anak itu adalah hal yang lumrah.
(Alm) Soeharto, Presiden Kedua RI :
~ Siapa saja yang mencoba melawan, akan saya gebuki.
(Alm) Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Negarawan, Ulama, Presiden ke-4 RI :
~ Tergantung pemerintah. Kalau pemerintah campur tangan terus dalam segala hal yang terjadi, adalah kami tidak ada jalan lain adalah membisikkan pada para pemilih golput aja bareng-bareng.
Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI :
~ Nabi saja seorang pemimpin, tapi nggak sarjana kok.
Mark Twain,Penulis :
~ Saya tidak suka dengan perkelahian. Bila saya memiliki musuh, saya akan memaafkannya, mengajaknya ke tempat yang tenang, baru menghabisinya di sana .
Ann Landers,Kolumnis :
~ Satu dari empat orang di dunia ini mengalami gangguan jiwa. Bila tiga orang yang Anda kenal baik-baik saja, berarti Andalah yang mengalaminya. 
Zsa Zsa Gabor, Aktris :
~ Saya adalah penjaga rumah yang hebat. Setiap kali saya meninggalkan seorang pria, saya selalu berhasil memiliki rumahnya.
Henry Ford,Pendiri Ford Motor :
~ Berpikir adalah pekerjaan terberat, karena itulah sedikit sekali orang yang mau menggunakan otaknya.
Alexander Dumas the Younger, Pebisnis :
~ Bisnis ? Caranya mudah sekali: gunakan saja uang orang lain.
Angie Dickinson, Aktris :
~ Saya berbusana agar dilihat wanita, dan menanggalkan busana agar dilihat pria.
Albert Einstein, Fisikawan :
~ Memahami pajak adalah hal yang paling sulit dimengerti di dunia ini.
Samuel Goldwyn, Produser Film :
~ Saya tidak mau dikelilingi orang yang bermental �yes-man�. Saya ingin orang yang mengatakan kebenaran meskipun setelah itu saya akan memecatnya.Kita membayar gajinya terlalu besar, sialnya lagi dia pantas menerimanya.
Roberto Goizueta, Pemimpin Coca Cola 
~ Musuh-musuh kita adalah kopi, susu, teh dan air putih.
John Paul Getty, Miliarder :
~ Bila Anda berhutang 100 Dollar, andalah yang pusing. Tapi bila Anda berhutang 100 juta Dollar, bank yang akan pusing.
Herbert Hoover, Presiden AS ke -31 :
~ Berbahagialah generasi muda, karena merekalah yang akan mewarisi hutang bangsa.
AnatoleFrance, Penulis :
~ Buku sejarah yang tidak mengandung kebohongan pastilah sangat membosankan.
Woody Allen,Sutradara Film :
~ Ternyata bertemu penjual asuransi jiwa adalah lebih buruk daripada kematian itu sendiri.
T.S. Eliot,Penulis :
~Penulis yang masih muda, meniru. Penulis yang sudah berpengalaman, mencuri ide.
Agatha Christie, Novelis Misteri :
~Kolektor barang antik adalah suami yang paling baik, karena semakin tua istrinya, semakin ia mencintainya.
Alfred Hitchcock, Sutradara Film Misteri :
~ Saya tidak pernah bilang bahwa para aktor adalah sapi. Saya hanya bilang mereka harus diperlakukan seperti sapi.
Alan King, Komedian :
~ Bila engkau ingin membaca tentang cinta dan perkimpoian, maka engkau harus membaca dua buku yang berbeda.
AnatoleFrance, Novelis :
~ Jangan pernah meminjamkan buku karena tidak akan pernah dikembalikan. Buku-buku di perpustakaan saya semuanya adalah hasil pinjaman.
Voltaire,Filsuf :
~ Apabila kita bicara soal uang, maka semua orang sama agamanya.
D.H. Lawrence,Penyair :
~ Hasil dari kerja adalah uang. Hasil dari uang adalah lebih banyak uang. Hasil dari lebih banyak uang adalah kompetisi yang ganas. Hasil dari kompetisi yang ganas adalah dunia yang kita diami ini.
Lyndon B. Johnson, Presiden AS ke-36 :
~ Apabila dua orang selalu sepakat dalam segala hal, itu berarti cuma satu orang yang berpikir.
Robert Neville, Aktor :
~ Hidup bersama orang suci ternyata jauh lebih melelahkan daripada menjadi orang suci itu sendiri.
Charles de Gaulle, Presiden Perancis Pertama :
~ Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya.
Thomas Alva Edison, Penemu :
~ Banyak orang yang percaya bahwa suatu hari kala mereka bangun dari tidur, mereka sudah menjadi kaya. Sesungguhnya mereka sudah separuh benar karena mereka memang telah bangun dari tidur.
James Baldwin,Penulis, Aktor :
~ Semua orang memuji-muji surga, tapi tidak ada yang mau pergi ke sana sekarang juga.
Don Marquis,Kolumnis :
~ Orang yang munafik adalah orang yang hey, siapa sih yang tidak munafik.
Benjamin Franklin, Negarawan :
~ Orang yang pandai meminta-minta maaf, jarang sekali pandai melakukan hal-hal lain.
Joseph Stalin, Pemimpin Politik :
~ Kematian satu orang adalah tragedi, kematian jutaan orang adalah statistik.
Will Rogers ,Pelawak Politik :
~ Politik itu mahal, bahkan untuk kalahpun kita harus mengeluarkan banyak uang.
Adolf Hitler,Pemimpin Nazi :
~ Alangkah beruntungnya penguasa bila rakyatnya tidak bisa berpikir.
~ Aku tidak perlu berpikir karena aku adalah pegawai pemerintah.
Clement Attlee, Perdana Menteri Inggris :
~ Demokrasi adalah pemerintahan yang diisi dengan banyak diskusi, namun demokrasi hanya efektif bila engkau mampu membuat orang lain tutup mulut.

    source: cekibrot dah gan

                                                       "Pemerintah yang sukses adalah Pemerintah yang mampu membawa masyarakatnya berpolitik"
                                                                                                                            ~RezaLePhilosophique~

    Teori Kepemimpinan


    Ada beberapa teori yang menjelasakan proses seseorang menjadi pemimpin, teori yang dikenal adalah teori genetic, teori social, dan teori ekologis.
    a. Teori genetic
    Ungkapan teori ini adalah leaders are born and not made. Dalam teori ini seorang pemimpin itu dilahirkan dengan bakat pemimpin. Dalam keadaan bagaimanapun seorang itu akan ditempatkan pada suatu waktu menjadi pemimpin karena dia dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Artinya dalam teori ini bahwa takdirlah yang menjadikan dia menjadi seorang pemimpin.
    b. Teori Sosial
    Jika kita mengenal dalam teori genetic bakat pemimpin itu muncul secara lahiriah, tapi dalam pendangan menurut teori social menjelaskan kebalikan antara teori dari genetic. Leaders are made and not born begitulah penjelasan mengenai teori ini.
    Penganut teori ini berpendapa bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
    c. Teori Ekologis
    Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori di atas. Penganut teori berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakatnya kemudian dikembangkan malalui media pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan untuk mengambangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya.
    Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori di atas baik itu genetic dan social. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa factor-faktor yang menyebabkan seseorang timbung sebagai pemimpin yang baik.
    Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima type utama yaitu : sebagai berikut :
    a. Tipe pemimpin otokratis
    b. Tipe pemimpin lazis faire
    c. Tipe pemimpin Militeristic
    d. Tipe pemimpin paternalistic
    e. Tipe pemimpin kharismatic
    f. Tipe pemimpin demokratis
    Ad1. Tipe Kepemimpinan Otokratis
    Tipe kepemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.
    Ciri-ciri kepemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :
    • Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi
    • Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan
    • Menganggap dirinya paling berkuasa
    • Jauh dari para bawahan
    • Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
    • Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alatsemata-mata
    • Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar
    • Selalu bergantung pada kekuasaan formal
    • Dalam menggerakkan bawahan mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.
    • Keras dalam mempertahankan prinsip.
    Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpin otokritas tersebut diatas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern. Ad2. Tipe Kepemimpinan Laisez Faire
    Laisez Faire bukan merupakan istilah masakan, bukan nama masakan dan lain sebagainya. Istilah ini merupakan sebuah frase bahasa Perancis yang berarti “biarkan terjadi” (secara harafiah “biarkan berbuat”). Istilah ini berasal dari diksi Perancis yang digunakan pertama kali oleh para psiokrat di abad ke 18 sebagai bentuk perlawanan terhadap intervensi pemerintah dalam perdagangan. Laissez-faire menjadi sinonim untuk ekonomi pasar bebas yang ketat selama awal dan pertengahan abad ke-19. Apa sebebenarnya ciri-ciri kepemimpinan ini ..?
    Ciri-ciri antara lain :
    a. Memberi kebebasan kepada para bawahan
    b. Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
    c. Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
    d. Tidak mempunyai wibawa
    e. Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik Ad3. Kepemimpinan Militeristik
    Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristik tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis. Seorang pemimpin yang bertipe militeristik mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
    • Dalam menggerakkan bawahan untuk yang ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama
    • Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
    • Menggunakan sistem komando dalam perintah
    • Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pengkat dan jabatannya
    • Senang kepada formalitas yang berlebihan
    • Menuntun disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
    • Tidak mau menerima kritik dari bawahan
    • Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan. Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpinan militeritas jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.
    Ad4. Tipe Kepemimpinan Paternalistik
    Tipe kepemimpinan paternalistik mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal atau kepakan. Kepemimpinan seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimental.
    Sifat-sifat umum dari tipe kepemimpinan paternalistik dapat dikemukakan sebagai berikut:
    a. Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
    b. Bersikap terlalu melindungi bawahan
    c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Karena itu jarang pelimpahan wewenang.
    d. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan inisyatif daya kreasi
    e. Selalu memberikan perlindungan
    f. Sering menggap dirinya maha tahu.
    g. Pemimpin bertindak sebagai bapak.
    Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diperlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi sifat-sifat negatifnya pemimpin paternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.
    Ad5. Tipe Kepemimpinan Karismatis
    Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menemukan sebab-sebab mangapa seserang pemimpin memiliki karisma. Yang diketahui ialah tipe kepemimpinan ini mempunya daya tarik yang amat besar, dan karenanya mampunya pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang factor penyebab karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkah dengan kekuatan gaib (supernatural power), perlu dikemukan bahwa kekayaan, umur, kesehatan profile pendidikan dan sebagainya. Tidak dapat digunakan sebagai kerieria tipe pemimpin karismatis. Ad6. Tipe Kepemimpinan Demokratis
    Dari semua tipe kepemmpinan yang ada, tipe kepemimpinan demoktratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentiangan kelompok dibandingan kepentingan individu.
    Beberapa cirri dari tipe kepemimpinan demokratis ini adalah sebagai berikut :
    • Dalam proses menggerakan bawahan selalu bertiik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia.
    • Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
    • Senang menerima saran, pendapat, dan bahkah kritik dari bawahannya.
    • Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agat jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisiatif dan prakarsa dari bawahan.
    • Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
    • Selalu berusaha untuk menjaidkan bawahannya lebih sukses daripadanya.
    • Berusaha mengambangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
    • Dan sebagainya Dari sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis ini jelaslah bahwa mudah untuk menjadi pemimpin demikratis. Begitulah penjelasan singkat yang dapat saya uraikan, moga dilain waktu saya akan mencari referensi atau sumber bacaan lain sehingga saya dapat menguraikan secara jauh teori organisasi umum ini.

    RASIALISME....



    Masalah Rasialisme telah muncul hampir sama tuanya dengan peradaban manusia dan tidaklah bertambah baik seiring kemajuan jaman. Kitab Suci telah mencatat peristiwa rasialis yang terjadi di Tanah Mesir ribuan tahun yang lalu ketika bangsa Yahudi diperbudak oleh bangsa Mesir, dimana Musa lantas memimpin bangsa Yahudi keluar dari tanah Mesir menuju Israel. Ketika orang mengira bahwa masalah rasialisme telah berkurang di jaman modern seperti sekarang ini, maka mata dunia dibuka oleh banyaknya korban jiwa yang jatuh, sehingga baru disadari bahwa masalah rasialisme belumlah selesai, pun sampai hari ini ketika kita telah menjalani sebuah milenium baru.
    Dibawah ini hanya sekelumit peristiwa rasialis yang tercatat dalam sejarah.

    Masa Romawi dan Yunani

    Untuk mengetahui asal mula rasialisme, kita harus melihat jauh ke belakang. Pandangan merendahkan bangsa lain mulai tumbuh ketika sistem penghisapan ekonomi melalui perbudakan dimulai. Perbudakan berawal saat, pemerintah dan beberapa pihak mencari tenaga kerja yang murah. Berbagai cara ditempuh seperti menaklukan bangsa lain lalu menjadikan mereka sebagai budak atau membeli dari para pedagang budak. Bangsa yang kalah perang dianggap sebagai bangsa yang inferior (lebih rendah) dan sang pemenang dapat melakukan apa saja terhadap mereka, termasuk mengirim mereka ke arena Gladiator sebagai hiburan.

    Konsep Rasialisme telah terlihat dalam cerita dari masa romawi dan Yunani, walaupun mereka belum mengenal konsep rasial dengan menggunakan perbedaan warna kulit, kebudayaan atau agama.

    Perbudakan ras Afrika abad XVI

    Konsep rasialisme yang ada sekarang, mulai muncul pada abad ke–XVI ketika perdagangan budak mulai berkembang. Budak-budak didatangkan dari Afrika menuju Eropa atau Amerika. Walaupun hal ini bertentangan dengan konsep kristianitas yang ada dimasyarakat Eropa dan Amerika, namun hal ini tetap terus berlangsung. Para pedagang budak menyebarkan paham bahwa masyarakat kulit hitam (ras Afrika) adalah ras yang terkuat namun inferior, sehingga cocok untuk mengerjakan pekerjaan kasar dan harus tunduk pada perintah. Pandangan inferioritas ini sama dengan yang terjadi pada masa Romawi dan Yunani. Diperkirakan 11,8 juta rakyat Afrika diperdagangkan selama masa Perdagangan Budak Atlantik, di mana sekitar 10 sampai 20% nya tewas dalam perjalanan menyeberangi samudra Atlantik. Pada abad 19, tercatat bahwa 90% budak belian adalah anak- anak. Beberapa negeri telah menjadi kaya raya karena perdagangan budak ini. Perbudakan Afrika adalah saudara kembar kolonialisme di benua itu. Tahun 1884 di Berlin, beberapa negara yaitu Inggris Raya, Perancis, Spanyol, Jerman, Belgia, Belanda dan Portugal bertemu untuk membagi- bagi wilayah Afrika di antara mereka. Masyarakat adat Afrika yang selama ini menjadi satu kesatuan menjadi terbelah mengikuti garis kepemilikan yang digambar di atas peta oleh bangsa Eropa, menjadi negara-negara yang berbeda. Inilah sebabnya mengapa banyak suku etnik Afrika misalnya suku Somalia dapat ditemukan tersebar di lima atau enam negara yang berbeda. Hal ini pula yang menjadi benih konflik antar suku di Afrika, seperti antara suku Tutsi dan Hutu yang kebetulan disatukan oleh garis batas negara Rwanda.

    Pembantaian ras Armenia

    Pembantaian yang terjadi terhadap ras Armenia dimulai tahun 1915 sampai dengan 1918, pada saat perang dunia I sedang berlangsung. Pembantaian ini direncanakan dan dilakukan oleh pemerintahan Turki terhadap seluruh populasi Armenia yang ada di negara itu. Ras Armenia menjadi korban deportasi, pengusiran, penyiksaan, pembantaian dan kelaparan. Sejumlah besar populasi Armenia diusir menuju ke Siria dan padang pasir dimana mereka menjadi korban kelaparan dan kehausan. Keputusan pembantaian ini muncul dari partai Ittihad ve Terakki Jemiyeti atau populer disebut sebagai partai Pemuda Turki yang memerintahkan pihak militer untuk melaksanakannya. Selain itu, pemerintah Turki juga membentuk pasukan khusus, Teshkilati Mahsusa yang tugas utamanya melakukan pembantaian massal. Pembasmian ras ini didukung pula oleh propaganda- propaganda ideologis melalui media tentang ide pembentukan kekaisaran Turki baru yang disebut Pan- Turanism, yang terbentang dari Anatolia hingga Asia Tengah dan rencananya hanya akan dihuni oleh orang Turki asli saja. Propaganda ideologis inilah yang menjadi pembenaran pembunuhan besar- besaran tersebut. Setelah PD I mulai berakhir, pembantain sempat mereda, namun mulai terjadi kembali tahun 1920 sampai dengan 1923, kini dilakukan oleh partai Nasionalis Turki yang merupakan oposisi dari Pemuda Turki, namun memiliki pandangan kemurnian ras yang sama. Total diperkirakan satu setengah juta orang Armenia terbunuh selama periode 1915- 1923 tersebut. Pada akhir PD I, pelaku- pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan ini dituntut atas pebuatan mereka. Sebagian besar lari meninggalkan Turki untuk menghindari pengadilan, namun mereka diadili secara inabsentia dan dinyatakan bersalah.

    Nazi dan anti Yahudi

    Bahaya rasialisme baru disadari oleh dunia saat terjadi pembantaian secara sistematis yang dilakukan oleh Nazi terhadap etnis yahudi-eropa. Momen perang dunia II yang meminta korban bangsa Yahudi yang sangat besar. Pembantaian secara besar-besaran oleh Hitler dan Nazi dilakukan dengan cara membangun kamp-kamp konsentrasi. Kamp Konsentrasi tersebut menjadi tempat pembantaian para bangsa Yahudi. Kebencian Nazi terhadap keturunan Yahudi muncul karena keturunan Yahudi dianggap sebagai penyebab kekalahan Jerman pada Perang Dunia I, dan sementara ekonomi Jerman mengalami kesulitan, para keturunan Yahudi tetap sukses memegang peranan ekonomi yang besar di Jerman. Namun alasan ini patut dipertanyakan kembali jika melihat kenyataan bahwa bukan hanya 6 juta orang Yahudi yang mati di tangan Nazi, melainkan juga 5 juta etnik non Aria lainnya seperti Gipsi, kaum Homo seksual, keturunan Asia dan lainnya. Dalam propagandanya Nazi memang kental mengusung isu rasialisme dengan memberi fokus pada keunggulan ras mereka, yaitu ras Aria.

    Bila dilihat lebih kebelakang lagi, pada abad ke-XIV, masa inkuisisi di Eropa juga terjadi pembantaian dan pengusiran terhadap bangsa Yahudi. Tomas de Torguemeda (1420-1498), kepala pengadilan inkuisisi Spanyol telah membantai kurang lebih 2.000 orang dengan siksaan dan mengusir sekitar 200.000 orang bangsa yahudi.

    Perbedaan antara Hitler dan Tomas de Torguemeda adalah Hitler melakukan pengejaran yang dilanjutkan dengan pembantaian secara sistematis dan meluas.

    Diskriminasi terhadap bangsa Indian di benua Amerika

    Kedatangan bangsa kulit putih ke benua Amerika ternyata menimbulkan sebuah masalah terhadap bangsa asli benua Amerika, Bangsa Indian. Perebutan tanah oleh para pendatang menimbulkan peperangan kecil dengan bangsa indian di berbagai pelosok benua Amerika.

    Pada tahun 1830 lahir Indian Removal Act, peraturan yang memungkinkan pengusiran terhadap bangsa indian demi kepentingan para pendatang yang didominasi oleh kulit putih. Akibatnya, lebih dari 70.000 orang indian di usir dari tanahnya sehingga mengakibatkan ribuan orang meninggal.

    Pada pertengahan abad ke-XIX, peperangan antara bangsa indian dengan tentara kavaleri terus terjadi. Kaum pendatang terus berusaha mempersempit lahan yang dimiliki oleh indian. Hal ini dikarenakan banyaknya penemuan tambang-tambang emas di wilayah barat, terutama California. Keberpihakan pemerintah kepada kaum kulit putih tergambar dari dikeluarkannya Dawes Act pada tahun 1887. Peraturan tersebut mempersempit lahan yang dimiliki oleh bangsa indian dengan cara menjatah tanah per kepala keluarga.

    Perjuangan untuk memperbaiki kehidupan bangsa indian memang sangat panjang. Bangsa indian akhirnya mendaptkan status kewarga negaraan Amerika pada tahun 1934 dengan disahkannya Reorganization Act. Peraturan ini juga menghentikan semua bentuk pengusiran terhadap bangsa indian. Walau demikian, bangsa indian tetap diberi tempat yang diberi nama reservation area yang berfungsi seperti ghetto (penampungan) bagi kaum indian

    Diskriminasi terhadap bangsa Aborigin dan bangsa lainnya di Australia.

    Sebagai negara jajahan, Australia mempunyai sejarah yang diwarisi oleh rasisme yang sangat kental. Baik terhadap bangsa Aborigin atau kepada imigran (kaum pendatang) ke Australia. Populasi mayoritas di Australia berlatar belakang Anglo-celtic (Inggris atau Irlandia). Mayoritas yang menjadi korbannya adalah masyarakat Aborigin, Asia, Arab dan Yahudi. Hal ini juga termasuk orang yang karena agama dan kepercayaannya, seperti; perempuan muslim yang mengenakan jilbab dan pria yahudi yang mengenakan yarmulka (topi Yahudi).

    Kebijakan White Australia Policy, yang dicabut pada tahun 1972 memberikan sedikit harapan terhadap para Aborigin dan imigran lainnya. Namun demikian, kebijakan untuk pembauran atau asimilasi tidak berhasil dan tidak adil. Pemerintah Australia menyadari hal tersebut sehingga pada tahun 1989 dikeluarkan kebijakan Multikulturalisme.

    Apartheid di Afrika Selatan

    Banyak yang menilai bahwa apartheid adalah reinkarnasi politik diskriminasi rasial Nazi. Politik Apartheid mulai diterapkan di Afrika Selatan pada tahun 1948 ketika sebuah partai ultra nasionalis memenangkan pemilu. Sejak saat itu pula muncul undang- undang yang tidak berpihak kepada kaum kulit hitam. Hal ini berpuncak saat, Partai Nasional berkuasa dan kemudian meresmikan undang-undang yang sangat kental dengan diskriminasi rasial.

    Population Regestration Act (1949) merupakan awal berdirinya struktur apartheid. Penduduk Afrika Selatan diharuskan mendaftarkan diri berdasarkan rasnya. Kemudian berlanjut dengan munculnya Bantu Self Govement Act (1959), dibangun ghetto bagi kaum kulit hitam. Sistem ini ditujukan agar kaum kulit hitam kehilangan hak poltiknya dalam politik Afrika selatan. Kaum kulit hitam hanya boleh mempelajari tentnag kebudayaan masing-masing, harus memiliki surat jalan jika ingin keluar dari wilayahnya, dan dilarang melakukan perkawinan antar ras.

    Sistem Apartheid yang dirasa sangat mengekang menimbulkan semangat perlawanan dari kaum kulit hitam. African National Congres (ANC), South Africa Communist Party (SACP), dan Pan Africa Congress membentuk aliansi untuk melawan sistem Apartheid. Aksi di parlemen, aksi boikot hingga pembentukan Umkhonto We Sizwe (Lembing Bangsa) sebagai sayap bersenjata mereka adalah sebagian kecil dari aksi yang mereka lakukan. Setelah mengorbankan banyak jiwa, akhirnya perjuangan mereka berhasil pada penghujung dekade 1980-an. Afrika Selatan lantas menjadi model dari suatu proses rekonsiliasi antara kekuatan lama dan kekuatan baru yang mencoba untuk menerapkan suatu proses ‘kebenaran dan rekonsiliasi’ yang bukan didasari atas dendam kesumat.

    Masih sekian banyak kasus rasial di belahan dunia yang terjadi seperti pembantaian yang terjadi di Kosovo dan juga di Rwanda yang telah membuka mata dunia bahwa bahaya rasialisme belum selesai. Di Rwanda kurang lebih 800.000 suku Tutsi menjadi korban pembantaian terencana oleh tokoh- tokoh militan suku Hutu, bahkan sebagian suku Hutu sendiri yang beraliran moderat, dalam arti tidak memusuhi suku Tutsi, juga menjadi korban pembantaian tersebut. Jatuhnya ribuan bahkan ratusan ribu korban jiwa dari berbagai peristiwa tersebut merupakan pelajaran dunia. Sebagai tambahan, berbagai kasus ras juga terjadi di Indonesia, misalnya antara warga suku Dayak dan Madura, patut mendapat perhatian kita.

    Cara Cepat Belajar Ideologi



    Source: milis
    pic source: http://weekendpundit.blogmosis.com/
    credit to: www.myverve.multiply.com

    Bingung ngejelasin definisi IDEOLOGI sama murid dan teman?

    Pakai cara berikut..tapi INGAT...ini cuma joke alias guyonan..walaupun oke banget

    dan .....gak harus SAPI..... mau diganti AYAM atau KAMBING ya sama aja....

    just for fun....XDDD


    SOCIALISME
    Kau punya 2 sapi
    1 sapi kau berikan untuk tetanggamu
    COMMUNISME
    kau punya 2 sapi
    Negara mengambil alih keduanya dan memberimu 2 kaleng susu.
    FASCISME
    kau punya 2 sapi
    Negara mengambil alih keduanya dan menjual susu padamu.
    NAZISM
    kau punya 2 sapi
    negara mengambil keduanya dan menembakmu
    BUREAUCRATISM
    kau punya 2 sapi,
    negara mengambil keduanya,
    yang satu ditembak, yang satu diperah susunya trus dibuang
    TRADITIONAL CAPITALISM
    kau punya 2 sapi betina
    kau jual satu dan beli satu sapi jantan.
    ternakmu bertambah, dan ekonomi tumbuh.
    SURREALISM
    kau punya 2 jerapah
    pemerintah memintamu untuk kursus harmonika
    AN AMERICAN CORPORATION
    kau punya 2 sapi.
    kau jual satu, dan satunya kau paksa untuk memproduksi susu sebanyak 4 sapi.
    kemudian, kau menyewa konsultan untuk menganalisa mengapa sapinya mati.
    THE ANDERSEN MODEL
    kau punya 2 sapi.
    kau cincang-cincang dua-duanya.
    A FRENCH CORPORATION
    kau punya 2 sapi
    kau turun ke jalan, menyusun massa,
    memblokade jalanan, karena kau ingin punya 3 sapi.
    A JAPANESE CORPORATION
    kau punya 2 sapi.
    kau medesignnya ulang hingga bisa menghasilkan 20 kali lipat susu.
    kemudian kau buat profil kartun sapi pintar "Cowkimon" dan menjualnya ke seluruh dunia.
    A GERMAN CORPORATION
    kau punya 2 sapi
    kau merekayasanya supaya bisa hidup lebih dari 100 tahun, makan cukup sekali sebulan, dan mereka bisa saling memerah susu sendiri.
    AN ITALIAN CORPORATION
    kau punya 2 sapi, tapi kau tak tahu dimana mereka.
    kau putuskan untuk makan siang saja.
    A RUSSIAN CORPORATION
    kau punya 2 sapi
    kau menghitungnya dan berandai bagaimana bilamana punya 5 sapi
    kau menghitungnya lagi dan berandai bagaimana bilamana punya 42 sapi
    kau menghitungnya lagi dan menemukan bahwa sapimu cuma dua.
    kau berhenti mengitung, lalu buka sebotol vodka.
    A SWISS CORPORATION
    kau ada 5000 sapi. tak satupun adalah milikmu.
    kau mengenakan biaya adaministratif kepada pemiliknya untuk menyimpannya.
    A CHINESE CORPORATION
    kau punya 2 sapi.
    kau punya 300 orang untuk memerah susunya
    kau nyatakan bahwa tak ada pengangguran, dan nilai produksi susu tinggi.
    kau menangkap wartawan yang melaporkan kenyataanya.
    AN INDIAN CORPORATION
    kau punya 2 sapi
    kau sembah mereka.
    BRITISH CORPORATION
    kau punya 2 sapi
    dua-duanya sapi gila.
    IRAQ CORPORATION
    Semua orang berpikir kau punya banyak sapi
    kau bilang ke meraka kau cuma punya satu.
    tak ada yang percaya, maka mereka mengebom daerahmu dan menginvasi negaramu.
    kau masih tak punya sapi satupun, tapi setidaknya sekarang kau bagian dari demokrasi,
    NEW ZEALAND CORPORATION
    kau punya 2 sapi
    sapi yang di kiri kelihatan sangat atraktif.
    AUSTRALIAN CORPORATION
    kau punya 2 sapi.
    bisnis kelihatanya sedang bagus.
    kau tutup kantor dan pergi mencari beer untuk merayakannya.
    INDONESIAN CORPORATION
    kau punya 2 sapi
    dua-duanya curian.
    lalu kau jual dua-duanya.
    kemudian kau simpan uangnya di acount non budgeter yang tak jelas.
    kemudian kau gunakan beberapa untuk mendanai kampanye partaimu
    tapi sebagaian besar kau simpan untuk anak cucumu.
    MALAYSIAN CORPORATION
    kau punya 2 sapi
    dua-duanya kau curi dari indonesia.
    REZANISM ISM
    negara meminta 80% sapi milik pengusaha,
    keuntungannya buat rakyat kecil!!!!!

    JUSTICE!!!!!



    Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain keadilan pada dasarnya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara penuntutan hak dan menjalankan kewajiban. Sebagai contoh, bila kita mengakui hak hidup kita, sudah sewajarnyalah kita mempertahankan hak hidup kita dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Sebab orang lain juga mempunyai hak dan kewajiban hidup yang sama dengan kita. Berdasarkan segi etis, manusia diharapkan untuk tidak hanya menuntut hak dan melupakan atau tidak melaksanakan kewajibannya sama sekali. Sikap dan tindakan manusia yang semata-mata hanya menuntut haknya tanpa melaksanakan kewajibannya akan mengarah pada pemerasan atau perbudakan terhadap orang lain.
    Adil atau keadilan juga dapat berarti suatu tindakan yang tidak berat sebelah atau tidak memihak ke salah satu pihak, memberikan sesuatu kepada orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya. Bertindak secara adil berarti mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan yang salah, bertindak jujur dan tepat menurut peraturan dan hukum yang telah ditetapkan serta tidak bertindak sewenang-wenang.
    KEADILAN DISTRIBUTIF

    Keadilan distributif ialah keadilan yang berhubungan dengan jasa, kemakmuran, atau keberadaan menurut kerja, kemampuan, dan kondisi/keberadaan seseorang. Misalnya, si A mempunyai tinggi badan 190 cm dengan berat badan 95 kg. Si B memiliki tinggi badan 150 cm dengan berat badan 40 kg. Keadilandistributif berarti membagi sesuai dengan apa yang pantas dengan kondisi dan keadaan orang tersebut. Ukuran kain yang diperuntukkan guna menjahit setelan jas si A tentu tidak sama dengan si B. Kendati pun si A kita beri kain yang lebih lebar dan panjang dari si B, bukan berarti tindakan itu tidak adil. Contoh lain, Otniel yang bergelar Doktor (S-3) dan Anhar yang buta huruf tidaklah mungkin digaji sama ketika mereka bekerja pada satu intitusi yang sama. Dengan demikian, keadilan distributif boleh juga dikatakan sebagai keadilan proporsional. Ukuran keadilan di sini bukan terletak pada kesamaan gaji atau barang, tetapi sesuai proporsinya. Keadilan ini sering dihubungkan dengan pemimpin danorang yang dipimpinnya.
    KEADILAN KOMUTATIF

    Keadilan komutatif ialah keadilan yang berhubungan dengan persamaan yang diterima oleh setiap orang tanpa melihat jasa seseorang. Keadilan ini boleh disebut keadilan hak asasi, suatu keadilan yang secara alami dimiliki manusia. Misalnya, semua orang berhak untuk hidup. Jikalau seseorang dengan atau tanpa sengaja merampas hak hidup seseorang atau membatasi hak hidup seseorang, ia telah melanggar hakorang lain dan bersalah menurut keadilan komutatif. Contoh lain, seseorang berhak untuk menyatakan pendapat. Jika seseorang melarangnya untuk berpendapat atau membatasi pendapat orang lain dengan mengintimidasi, berarti ia telah melanggar hak asasi orang lain. Satu contoh lagi, setiap orang berhak untuk memeluk agama yang diyakininya. Jika seseorang memperlakukan orang yang tidak seagama dengan dia secara semena-mena, atau (bahkan) secara paksa dan kekerasan meniadakan hak tersebut, ia telah bersalah dan bertindak tidak adil. Perusakan, penutupan, dan pembakaran gedung ibadah merupakan bentuk kasar dari citra diri seseorangyang tidak memiliki keadilan, apalagi kalau semua agama dalam negara itu mendapat hak yang sama . Keadilan ini sangat penting untuk dihormati dan dijalankan. Namun kenyataannya, keadilan ini semakin lama semakin tidak dihormati. Hak-hak asasi manusia umumnya menyangkut hak untuk hidup, hak untuk berkeluarga, hak untuk beragama, hak untuk memperoleh pendidikan, hak untuk menyatakan pendapat, dan hak untuk tidak boleh dihukum sebelum ada petunjuk atau buktiyang sah. Dari keterangan ini dapat ditarik banyak sekali contoh yang lain yang dapat dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
    Rasa keadilan itu setiap saat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Adil dianggap indah. Semua membutuhkannya. Semua orang juga mau diajak untuk memperjuangkannya. Orang juga mau mengorban apa saja yang dimiliki untuk memperjuangkan keadilan. Keadilan sepertinya menjadi sesuatu yang mahal, jarang terjadi, dan juga sulit diwujudkan.

    Orang menjadi senang kalau diperlakukan secara adil. Sekelompok masyarakat menjadi rukun dan damai manakala rasa keadilan berhasil terpelihara. Berapapun orang mendapatkan bagian, tidak ada yang mempersoalkan, asalkan rasa keadilan terpenuhi. Keadilan biasanya dirasakan dan bukan saja dirasionalkan. Orang bilang bahwa rasanya sesuatu itu sudah adil, dan bukan mengatakan bahwa hitungannya sudah adil.

    Sebaliknya, orang sangat tidak suka jika diperlakukan tidak adil. Biasanya jika seseorang diperlakukan tidak adil, maka akan marah dan menuntut. Jika tidak berani atau tidak kuasa menuntut ketidak adilan itu, maka seseorang akan dendam. Dia akan pura-pura menerima, padahal hanya sebatas menahan rasa sakit hati.

    Oleh karena itu maka benar, jika pemerintah atau pemimpin pada level apapun harus selalu berusaha menjaga rasa keadilan itu di tengah-tengah masyarakat yang dipimpinnya. Pemimpin harus mampu menjaga rasa keadilan. Syarat utama sebagai pemimpin harus adil. Masyarakat menjadi bangga jika memiliki pemimpin yang adil dan menyukai keadilan.

    Akan tetapi ternyata, mencari pemimpin yang adil tidak mudah. Karena memang berbuat adil ternyata juga tidak gampang. Dalam hidup ini banyak tuntutan dan juga banyak pilihan. Tuntutan yang beraneka ragam, semuanya minta dipenuhi. Sedangkan kekuatan yang tersedia terbatas. Maka, terpaksa harus memilih yang sekiranya dianggap mendesak. Tatkala harus memilih, maka siapapun tidak akan bisa memilihnya secara tepat, dalam arti memenuhi kehendak semua pihak. Ada sebagian yang merasa diuntungkan, dan sebagiannya lagi dirugikan. Maka, mulailah muncul rasa ketidak-adilan itu.

    Di tengah-tengah konflik antara KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan, pasti semua pihak membutuhkan penyelesaian secara adil. Tidak ada pihak yang mau diberlakukan secara tidak adil. Keinginan itu tidak saja datang dari mereka yang terlibat langsung, bahkan masyarakat yang sebatas menyaksikannya pun juga ingin melihat keadilan itu. Tetapi ternyata tidak mudah itu semua dipenuhi, sekalipun mereka yang sedang bermasalah itu sehari-hari sesungguhnya adalah penjaga keadilan.

    Akhirnya kita tunggu saja bagaimana mereka menyelesaikan persoalannya. Semoga hasil yang diperoleh, tidak saja memenuhi hitungan dan logika keadilan. Lebih dari itu juga memenuhi rasa adil bagi semua pihak. Belajar dari kenyataan itu, adil memang mahal, dan sulit didapat, tetapi dibutuhkan oleh semua pihak. Betapa pentingnya keadilan itu harus diwujudkan, maka Tuhan melalui kitab suci, memerintahkan kepada siapapun, untuk selalu berlaku adil dan berbuat baik. Wallahu a’lam.

    KETIKA IDEALISME DAN PERFIKSIONISME BERSATU



    Beberapa hari yang lalu ada satu temen gue (Si A), dia bilang dia mau belajar dan kuliah seperti gue, trus dapet kerjaan seperti gue. Dia bilang dia mau sukses seperti gue, karena menurut dia gue sukses. Yah gue pikir why not, jadi gue ceritain lah apa yang terjadi dengan hidup gue. Tapi satu orang temennya (Si B) bilang ke dia di depan gue..

    "Jangan nanya cara untuk sukses ke dia. Cara dia untuk sukses belom tentu cocok dengan elo. Kalo elo mau sukses, loe harus cari cara loe sendiri. Dan dia bukan orang yang bisa ngejudge elo apakah baik benar atau salah dan sukses atau tidak.

    Jangan pernah nanya cara sukses ke orang yang udah sukses, karena mereka biasanya akan memaksakan cara mereka dengan pembuktian bahwa mereka udah sukses. Padahal cara sukses orang berbeda. Jangan nanya saran dengan orang idealis. Dan biasanya orang yang sukses itu orang yang idealis."

    Pas gue denger itu, yang pertama kali muncul di kepala gue: "Yea you can say whatever you want coz you got no proof, but I got proof."
    Dan di saat itu juga gue sadar dia bener.

    Cerita ini datang dari seorang teman baikku waktu chat sore tadi. Cerita ini hadir setelah pembicaraan dan diskusi panjang tentang idealisme.

    Saat ini aku dan dia sedang dalam phase yang sama. Mau tidak mau, kami sedang harus melakukan dekonstruksi terhadap semua nilai - nilai dan pemikiran kami. Mau tidak mau semua nilai - nilai yang kami anggap benar sejak dulu, kini kembali dipertanyakan. Dan sepertinya semuanya kembali dari nol lagi, semua berada di wilayah abu - abu.

    Sejak dulu kami diajarkan bahwa jujur adalah keharusan, saat dewasa kami berusaha untuk jujur namun dikatakan tidak fleksibel dan dipersulit dalam melangkah. Saat kami berusaha untuk mengejar semua yang kami impikan dan menjadi idealis, maka kami dikatakan tidak realistis. Saat kami mengejar kesempurnaan, maka kami dikatakan perfeksionis dan terlalu berambisi. Dulu diajarkan bahwa yang terpenting adalah usaha dan berjuang, kini kami diharuskan memiliki koneksi dan yang berarti adalah hasil pencapaian.

    Itu semua merupakan pukulan besar bagi kami. Di mana kami selalu mempercayai nilai - nilai yang ada sejak kecil, kami mempercayai diri kami sendiri beserta semua keputusan kami, dan di mana kami selalu mencari landasan dan bukti nyata untuk setiap keputusan dan keyakinan kami, adalah menyesakkan saat kami harus mempercayai dan menerima suatu nilai yang bahkan tanpa dasar, landasan, dan argumen yang jelas.

    "Apakah idealis itu sendiri salah? Gue pikir semua orang dilahirkan idealis. Dan anak - anak kecil adalah sosok yang idealis. Kalau idealis itu sendiri tidak benar, maka untuk apa ada cita - cita? Bukankah cita - cita itu adalah sesuatu yg sempurna, maka kita jadikan itu cita - cita? Bukankah itu menunjukkan bahwa idealis dan perfeksionis itu adalah sesuatu yang harus?"

    "Kalau bisa the best, kenapa harus second best? Buktinya banyak orang - orang yang berharap bisa seperti anak - anak, bisa berterus terang dan idealis seperti mereka. Tapi kenapa idealis dan perfeksionis itu sendiri jadi salah? Saat gue berusaha untuk perfeksionis, yang ada gue diharuskan untuk menerima keadaan apa adanya, menerima kegagalan dan kekurangan sebagai sesuatu yang wajar, menerima menjadi second best. Sebagian orang mengagumi tapi sebagian lagi mencemooh orang yang idealis dan perfeksionis. Dan gue ga terima saat gue disalahkan dengan bukti yang menurut gue enggak nyata."

    "Gue jadi berpikir tentang dua orang yang ada di hadapan gue, yang nanya itu orangnya pemabuk, penjudi, penjilat. Sedangkan yang ngomongin dia adalah orang yang dibenci sekantor dan enggak punya prestasi apa - apa. Jadi sebetulnya yg bermasalah dengan idealisme dan perfeksionis itu siapa?"

    Diskusi yang panjang tanpa akhir solusi ataupun pendapat yang pasti, karena sejujurnya aku pun sedang berada dalam phase yang sama, dan aku sendiri belum tahu apa jawabanku. Tapi aku berusaha untuk percaya bahwa idealisme itu harus ada dan baik adanya. Dunia ini mungkin memang tidak ideal, tapi itu kembali kepada bagaimana cara pandang setiap orang. Ideal bagi satu orang belum tentu ideal bagi orang lainnya. Dan pada dasarnya konsep ideal itu sendiri adalah digunakan untuk diri sendiri, apakah diri dan hidup kita sudah sesuai dengan idealisme kita, dan bukan dengan perbandingan dengan orang lain.

    Dan kupikir dalam pekerjaan maupun hubungan apapun, semuanya berjalan dengan aturan yang sama seperti hidup. Idealisme akan bergantung kepada siapa pemenang dalam adu idealisme tersebut. Sebagaimana aturan akan diciptakan oleh yg paling berkuasa, begitu juga idealisme. Tapi sesungguhnya idealisme itu bukanlah sesuatu yang baku dan diam. Idealisme adalah perjalanan. Dan tanpa kita pernah berusaha untuk menunjukkan idealisme kita sendiri, maka idealisme kita akan tenggelam dan mau tidak mau kita akan harus hidup dalam idealisme orang lain. Dan selama kita memandang seperti itu, maka selama itu juga idealisme akan menjadi perbandingan dengan orang lain. Padahal seharusnya atau seidealnya, adalah menurut diri sendiri untuk diri sendiri.

    Aku berusaha percaya bahwa idealisme ada untuk membuat segalanya menjadi lebih baik, karena aku percaya idealisme adalah sesuatu yg seidealnya dan seharusnya dapat terjadi. Apabila bisa mencapai yg terbaik, mengapa harus puas menjadi yg baik saja? Aku percaya dalam hidup ini segalanya harus diusahakan hingga titik darah terakhir, agar suatu saat nanti tidak ada penyesalan dalam hidup ini.

    Sementara perfeksionis, adalah salah satu sikap utama yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi ideal tadi. Dengan sikap yang terus ingin sempurna dan sebaik - baiknya, maka keadaan ideal akan lebih mudah untuk diwujudkan. Aku percaya perfeksionis sendiri bukan hal yang buruk. Tidak ada yg salah dengan menjadi seorang yang perfeksionis. Begitu juga dengan tidak ada yang salah untuk menerima kegagalan dan ketidak mampuan. Tetapi menerima kegagalan bukan berarti berhenti. Bukan berarti menerima begitu saja menjadi second best, melainkan semua kegagalan dan ketidakmampuan itu adalah indikasi bahwa kita belum mampu untuk mencapai tingkatan idealisme itu. Dan karenanya kita masih harus berusaha untuk mencapai tingkatan itu, untuk menjadi yg terbaik. Perfeksionisme bukan satu titik, melainkan perjalanan. Keinginan untuk menjadi sempurna, untuk terus berusaha menjadi yg terbaik, untuk tidak menyerah dengan ketidakmampuan dan kegagalan, untuk mencapai idealnya.

    Apabila kesuksesan sendiri terbagi atas beberapa dimensi, apalagi hidup ini. Idealisme di mana dan yang mana, tentu semua orang memiliki tolak ukurnya masing - masing. Dan tidak ada yg salah dengan perkataan si B itu. Semuanya benar. Tetapi itu juga menunjukkan bahwa dia (si B) adalah seorang yg idealis. Seorang idealis mengatakan jangan menanyakan hal dan saran pada seorang idealis. Pernyataan itu tidak logic, jadi mana yg benar? Menurutku itu hanyalah ego pribadi si B. Tidak ada yg perlu dibuktikan dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

    Aku masih percaya, selama aku mau, apapun bisa kuraih dan apapun bisa kudapatkan.
    MAKE A CHANGE!!!!!